Sejarah Sekolah

SMK Negeri 1 Indralaya Selatan berlokasi di Desa Meranjat, kecamatan Indralaya Selatan, kabupaten Ogan Ilir dengan luas lahan 28.841 m2. Sekolah ini mulai dioperasionalkan pada tahun 2007/ 2008. Seiring  dengan perjalanan waktu, sebagai sekolah yang relatif baru  SMK Negeri 1 Indralaya Selatan terus tumbuh dan berbenah diri baik bidang akademis maupun non akademis. termasuk didalamnnya sarana dan prasarana sehingga secara bertahap SMK Negeri 1 Indralaya Selatan dapat  mensejajarkan  diri dengan sekolah sekolah pendahulunya. Hal ini diharapkan mampu mendapatkan kepercayaan masyarakat di wilayah kabupaten Ogan Ilir khususnya di kecamatan  Indralaya Selatan sehingga SMK Negeri 1 Indralaya Selatan menjadi salah satu pilihan utama untuk membekali  pendidikan  putra putri mereka.

Pada tahun pelajaran 2014/2015  jumlah pendaftar calon siswa baru sebanyak 372 orang,  yang diterima 279 orang, ada peningkatan  minat menyekolahkan putra-putri mereka yang menggembirakan dari dua tahun terakhir. Hal ini menunjukkan bahwa  upaya yang dibangun sekolah dengan mengoptimalkan pemanfaatan   potensi yang telah ada  mulai memperlihatkan hasilnya.  Dengan kata lain  SMK Negeri 1 Indralaya Selatan telah  menjadi salah satu sekolah pilihan utama bagi masyarakat di wilayah Kabupaten Ogan Ilir kecamatan Indralaya Selatan khususnya  dalam dua tahun terakhir

Letak geografis SMK Negeri 1 Indralaya Selatan yang berada dipinggiran Desa Meranjat, jauh dari hiruk pikuk kebisingan kota namun mudah dijangkau karena alat tranportasi cukup banyak memungkinkan kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung dengan tenang dan kondusif.

Kegiatan  belajar mengajar di SMK Negeri 1 Indralaya Selatan mengacu pada KTSP   berlaku. Sejak  tahun pelajaran 2007/2008 yang telah mendapatkan penyesuaian dengan kebutuhan sekolah dan mendapatkan pengesahan dari Dinas Pendidikan Provinsi sumatera selatan. Pada tahun pelajaran 2013-2014 SMK Negeri 1 Indralaya Selatan mulai menerapkan kurikulum 2013 dalam proses belajar mengajar sesuai dengan  Permen RI nomor 32 Tahun 2013. Ditahun kedua pelaksanaan kurikulum 2013 para guru mulai terbiasa mengunakan media pembelajaran audio video dalam proses penyampaian materi, yang dirasakan lebih epektif dan menyenangkan dalam proses belajar siswa. Selanjutnya penggunaan media pembelajaran ini diyakini dapat meningkatkan minat belajar siswa.

SMK Negeri 1 Indralaya Selatan adalah sekolah kejuruan  yang berorientasi pada penyiapan lulusan yang siap kerja yang menyelenggarakan 3 program keahlian, Teknik Komputer dan Jaringan ( TKJ ), Teknik Instalasi Tenaga Listrik  ( TITL ) dan Rekayasa Perangkat Lunak ( RPL ) Tiga program keahlian ini diasumsikan masih banyak dibutuhkan tenaga kerjanya, baik oleh instansi  pemerintah maupun lembaga swasta dalam hal kebutuhan tenaga kerja dimasa yang akan datang. Untuk memenuhi tuntutan diatas  SMK Negeri 1 Indralaya Selatan telah memiliki satu laboratorium praktik untuk program keahlian komputer, satu ruang multimedia, satu bengkel untuk program keahlian Teknik Instalasitenaga Listrik dan laboratorium Rekayasa Perangkat Lunak (RPL), walaupun kelengkapan bahan dan peralatannya masih sangat terbatas ruangan tersebut tetap berfungsi sebagaimana mestinya.

SMK Negeri 1 Indralaya Selatan pada saat ini dikelola oleh seorang kepala sekolah, 55 orang guru, 51 berkualifikasi strata 1 dan 4 orang berkulifikasi S.2 sesuai dengan latar belakang mata pelajaran masing-masing, baik mata pelajaran produktif, normatif maupun adaptif.

Guru-guru tersebut beberapa diantaranya telah diikutsertakan dalam berbagai pusat pendidikan dan latihan seperti LPMP dan P3G Malang, P4TK Medan untuk terus meningkatkan kemampuan profesionalisme mereka dalam melasanakan tugas. Dari 51 orang guru tersebut yang berstatus PNS 19 orang dan 33 orang lainnya masih merupakan honorer atau Guru Tidak Tetap, 7 orang Tenaga non kependidikan Tata Usaha masih berstatus Tenaga Kerja Sukarela  serta 2 orang tenaga    keamanan    dan  1  orang  penjaga  sekolah

Untuk mengembangkan  ICT,  telah  memiliki jaringan internet yang permanen sebagai media untuk mengakses informasi.

Untuk menerapkan pola pembelajaran PAIKEM sebenarnya fasilitas sudah cukup memadai yang tersedia di ruang multimedi. Namun yang menjadi kendala adalah kemampuan guru dalam menguasai teknologi masih rendah, namun pada satu tahun terakhir sudah ada perkembangan terhadap minat guru dalam memanfaatkan teknologi dalam mengajar.

SMK Negeri 1 Indralaya Selatan sudah berusaha menerapkan Manajemen Berbasis Sekolah dengan prinsip prinsip Team Work. Setiap mengambil suatu kebijakan, pihak manajemen sekolah selalu  melibatkan semua unsur sekolah, guru, karyawan, dan komite sekolah untuk bermusyawarah.

Dalam operasionalnya SMK Negeri 1 Indralaya Selatan ditopang dengan 2  sumber dana, Dana Sekolah  Gratis Provinsi Sumatera Selatan dan pemerintah daerah yang diberikan pertriwulan, Dana Bantuan Oprasional Pendidikan ( BOS ). Dua sumber dana diatas dirasakan belum memadai untuk menopang kegiatan  belajar mengajar, sehingga peran Komite sekolah masih sangat dibutuhkan  untuk ikut bersama-sama mencari solusi kendala-kendala yang dihadapi sekolah termasuk menjalin kerja sama dengan Dunia Usaha Dan Industri  ( DUDI )